Jumat, 30 Maret 2012

Belajar Pada Alam

Belajar Pada Alam

“Dari Hati Untuk Jiwa”

Lihatlah semua kehidupan
Dimana kau akan menemukan angin bertiupan
Kau rasakan kesejukan itu
Hingga perasaanmu membeku

Lihatlah alam ini yang kau idamkan
Untuk sebuah nama kau akan mendapatkan
Sebuah kenyataan yang indah di pikirmu
Dan sebuah kekalan indah di jiwamu

Belajarlah pada alam ini
Kita akan tau banyak akan hal yang dinanti
Dunia yang indah akan kembali
Jika hatimu berkata dan mengitari

Ku suka melihat kehijauan dunia
Kesegaran dan kesejukan udara
Yang selalun membawaku dalam angan
Untuk menikmati bersama gerak tubuhku

RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

Subhanallah Dua Malaikat Menjaga Muslimah Inggris dari Pembunuhan

Seorang muslimah di Inggris, belajar Al Qur’an kepada seorang temannya bernama Azimah. Tidak terasa waktu sudah sangat malam, maka muslimah tsb pulang naik kereta api. Saat... itu cukup banyak kasus pembunuhan di stasiun.

Kondisi stasiun hanya dia dan seorang laki2 yg tegap dan cukup seram. Dengan perasaan takut muslimah ini teru...s membaca Al Quran dan mengulang2 hapalan Al Qurannya sambil berjalan di belakang laki2 tadi hingga masuk kereta. Alhamdulillah muslimah ini selamat hingga di rumah.

Hari berikutnya terdapat berita pembunuhan seorang wanita di stasiun dg terjadi hanya 15 menit setelah muslimah tersebut naik kereta dan pelakunya sudah ditangkap. Muslimah ini kemudian menuju ke kantor polisi utk menceritakan bahwa dia 15 menit sebelumnya di lokasi yg sama. Karena penasaran dia ingin bertemu dg pembunuh tersebut. Dan betapa terkejutnya ternyata pembunuh tsb adalah laki2 yg ditemuinya di stasiun.

Dengan sedikit keberanian dia bertanya kepada laki2 tsb, mengapa yg dibunuh adalah wanita lain dan bukan dia. Laki2 pembunuh tersebut berkata, “ Bagaimana saya akan membunuh Anda, sedangkan di belakang Anda ada 2 orang laki-laki ?”

Subhanallah, Allah menurunkan 2 malaikat utk menjaga muslimah ini karena dia terus membaca Al Qur’an.

Diringkas dari majalah Tarbawi Edisi Jumadil Awwal 1432/Maret 2012

Yuk kita rutinkan membaca Al Quran, Ulama menasehatkan kita utk menbaca Al Qu'an 1 juz perhari, krn kalau tidak mk akan termasuk "AL HAJIR" (orng yg tdk peduli kepada Al Quran) dan ini menjadi sebab pengaduan Rasulullah pd hari kiamat sbgman dalam disebutkan : "Ya Tuhanku sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yg tdk diacuhkan (QS Al Furqon : 30)

-MC-

karya dosenku, pak heru. semoga aku bisa belajar darinya

Selasa, 09 Februari 2010

Tatapan Mata Firda

Heru Kurniawan



Ada yang aneh, entahlah, aku merasa setiap kali bertatapan mata dengan Firda, teman sekelasku, hatiku selalu deg-degan, takut. Tatapan mata Firda selalu mengingatkanku pada mimpi burukku seminggu yang lalu. Aku bermimpi bertemu dengan seorang raksasa menakutkan, yang tatapan matanya persis sama dengan tatapan Firda, menakutkan karena seperti hantu yang ada di film horor.
Tapi, ternyata, yang merasa takut dengan tatapan mata Firda tidak hanya aku. Rini, Sisi, Lili, dan teman-teman sekelasku, juga merasa demikian. Mereka merasa ada perasaan takut setiap kali bertatapan mata dengan Firda. Siapa, sih, Firda itu?
Firda, anak berambut lurus itu, adalah siswa baru di kelasku. Ia pindahan dari sekolah lain. Saat perkenalan sebulan yang lalu, katanya, ia pindah karena ingin hidup bersama dengan Neneknya tercinta. Kini sudah sebulan ia belajar di kelasku. Tapi anehnya, ia suka menyendiri. Tidak mau bergaul. Bila ada waktu istirahat, ia selalu di dalam kelas. Duduk dibangkunya sambil tiduran, atau mainan boneka kecil yang mirip jenglot. Dan yang membuatku dan kawan-kawanku takut, setiap kali diajak bicara, ia selalu menatap dengan tatapan mata aneh yang menakutkan.
Kata Sisi, “Tatapan mata Firda itu mirip hantu yang ada di film-film horor.”
Dan menurutku juga begitu. Akhirnya, semakin bertambah hari, Firda pun semakin ditakuti oleh teman-temannya. Anehnya, Firda sepertinya tetap biasa saja, punya teman dan tidak, benar-benar tidak menjadi masalah baginya. Selalu asyik bermain sendiri dengan boneka kecil jenglotnya, atau tiduran di bangku.

Sampai pada suatu hari, Lili, anak paling baik dan pintar di kelas, mengajak teman-teman berkumpul.
Lili berkata kepada kami, “Rasanya kita tidak adil terhadap Firda. Masak, hanya karena tatapan matanya yang menakutkan, kita menjauhinya.”
“Tapi, Li, aku benar-benar takut jika bertatapan dengan Firda. Aku jadi ingat hantu-hantu di film horor itu,” celetuk Rio, anak paling gendut dan penakut di kelas kami.
Serentak kami pun tertawa, dan Sisi nyeletuk, “Ah, itu karena kamunya aja yang kebanyakkan nonton film horor.”
Semua anak tertawa terbahak-bahak.
“Terus apa yang akan kita lakukan, Li?” aku bertanya.
“Besok, selepas pulang sekolah, kita bermain ke rumahnya. Tapi ingat, Firda tidak boleh tahu. Kita harus tahu siapa Firda sebenarnya.”
Serentak kami setuju dengan gagasan Lili. Aku, Lili, dan Sisi-lah yang diberi tugas untuk menyelidiki siapa Firda sebenarnya.


Esok harinya, setelah pulang sekolah, tanpa sepengetahuan Firda, kami mengikuti Firda dari belakang. Di sebuah rumah sederhana, dengan halaman yang luas bertabur bunga-bunga, Firda masuk. Kami pun yakin, ini pasti rumah Firda.
Dengan pelan dan rasa deg-degan yang luar biasa, Sisi mengetuk pintu. Pintu pun terbuka pelan. Dan kini, di hadapan kami berdiri seorang Nenek yang menakutkan. Tatapan matanya persis sama dengan Firda. Kami tambah deg-degan takut.
“Ka..mi teman se..kelas Fi..rda, Nek. Fi..rda ada?”
Nenek itu diam saja. Kami tambah takut. Kemudian menatap kami satu per satu. Kami semakin kalut.
Tapi, entah dari mana datangnya, kami tiba-tiba mendengar suara yang sangat ramah dan lembut.
“Silahkan masuk, Nak.”
Kami terkesiap. Saling pandang. Ternyata suara yang lembut dan ramah itu dari Nenek di depan kami. Seketika itu, perasaan takut yang merasuk di otak kami hilang.
Setelah kami duduk di ruang tamu yang indah dan bersih, Nenek itu berkata, “Kalian datang kemari pasti karena ingin tahu lebih jauh tentang Firda, yang tatapan matanya menakutkan kan?”
Hah...! kami bengong dan mengangguk.
“Fir, kemarilah!” panggil Nenek itu.
Firda keluar dari kamarnya. Kami pun terperanjat kaget. Ia sangat berbeda dengan Firda saat di sekolah. Senyumnya merekah manis, dan tatapan mata menakutkannya hilang sama sekali.
“Kok, bisa?” aku bergumam.
Firda dan Neneknya, yang duduk di hadapan kami, tersenyum menahan tawa.
“Si, Li, Ren, kalian harus tahu, ini Nenekku adalah sutradara teater terkenal di kota ini, lho. Aku ikut Nenek karena ingin belajar teater, dan Nenek mau menerimaku menjadi muridnya, jika selama sebulan ini aku bisa berakting menjadi orang yang menakutkan di sekolah. Dan ternyata, aktingku berhasil kan?”
“Ya!” kata kami sambil mengangguk kompak seperti paduan suara.
Serentak, Firda dan Nenaknya pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kami yang tampak konyol. Tapi, dengan kekonyolan kami ini, kami akhirnya ikut bergabung bersama Firda, menjadi murid Nenek Firda untuk belajar teater.
Tapi sayangnya, saat pertama kali kami diberi tugas untuk berakting menjadi orang yang menakutkan di kelas. Tidak satu pun teman-teman yang takut. Sebaliknya, mereka malah tertawa terbahak-bahak. Katanya kami sangat lucu.
Ha ha ha ternyata berakting itu susah juga, ya.

Purwokerto, Juli 2009


Dimuat, Kompas Minggu 31 Januari 2010

Sejarah Kertas

Sejarah Kertas

Kertas pertama kali diciptakan oleh bangsa Cina. Tsai Lun adalah orang yang menemukan kertas yang dibuat dari bahan bambu yang mudah didapatkan di Cina pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini kemudian menyebar ke Jepang dan Korea seiring dengan menyebarnya bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu, walaupun sebenarnya cara pembuatan kertas pada awalnya merupakan hal yang sangat dirahasiakan.

Teknik pembuatan kertas jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Sungai Talas pada tahun 751 Masehi. Para tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang arab, sehingga kemudian muncullah industri-industri kertas disana.

Teknik pembuatan kertas kemudian juga menyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan Spanyol dan ke seluruh dunia.

nulis apa yaaahhh

ayo nulis
ayok nuliss

yayayayayyayay
kok jadi nyanyi seee


hemmmm
dah asyar ne,,, pulang yookk
semangat ya thuuuun
harus
semangat menumbuhkan rezeki
ahahahay

nulis yuukkzz...

entah kenapa, aku jadi pengin nulis teruss...
mungkin tuntutan akan ada eh kedatengan kewajiban nggarap skripsi...'
aku jadi harus bisa menulis...
aku pengin, tulisanku nanti bermanfaat untuk orang lain..
amiieenn
bismi9llahirrokhmanirrokhiiimm

SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!

ayo nulis

pokoknya aku harus bisa nulis!
oke
aku bisa
aku pasti bisaaaaaaaaaaaaaaaaa